Jurnal Kebidanan http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb <h4>Jurnal Kebidanan Prodi D-III Kebidanan STIKes William Booth Surabaya</h4> STIKes William Booth Surabaya en-US Jurnal Kebidanan 2302-9471 The BIRTH PREPAREDNESS AND COMPLICATION READINESS COUNSELING TO IMPROVE HUSBAND PREPAREDNESS http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/244 <p><em>Birth Preparedness and Complication Readiness (BP/CR) is a strategy to promote optimal care related to the management of obstetric complications. Ideally, maternal health is the joint responsibility of married couples. In the concept of Suami SIAGA, the husband is expected to be ready and aware of risks, to keep his wife from doing things that interfere with her pregnancy, and to accompany her to the nearest referral if signs of complications arise. The role of SIAGA is carried out with the aim of preventing the 3 delays that cause maternal death. This study aims to assess the effectiveness of counseling on birth preparedness and obstetric complication readiness to improve husband's preparedness in dealing with labor and obstetric complications. This was a prospective quasi experimental study with a one group pre-test-post test design. The samples were 32 husbands from pregnant women, taken using a proportional systematic random sampling technique. This sutdy was conducted in the Bandarharjo Community Health Center, Semarang City in April-July 2018. Data collection used a questionnaire given 2x (pretest and posttest) during pregnancy and a follow-up questionnaire during the puerperium. Univariate analysis yields frequency and percentage distribution. Bivariate analysis was performed using paired sample t-test. There was a significant difference in the mean score of knowledge and perceptions of husbands about the practice of BP/CR before and after the intervention (p=0.000). BP/CR counseling was effective in increasing husband's preparedness in dealing with childbirth and obstetric complications.</em></p> Hanna Yuanita Santoso ##submission.copyrightStatement## 2020-11-24 2020-11-24 9 2 1 11 10.47560/keb.v9i2.244 TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DI RS. PANTI WILASA CITARUM SEMARANG http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/245 <p><strong>Latar Belakang : </strong>AKI Indonesia sebesar 359/100.000 kelahiran hidup menurut SDKI tahun 2012. Sedangkan dari Dinkes Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2012 AKI sebesar 116,34/100.000 kelahiran hidup. Penyebab terjadinya AKI terbesar di indonesia adalah perdarahan, kanker, ginjal, jantung, TBC. Anemia pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor kematian utama ibu di Indonesia. Berdasarkan Direktorat Jenderal Gizi dan Kesehatan Ibu-Anak Kementerian Kesehatan pada tahun 2012 mancatat 1 dari 2 wanita beresiko anemia.</p> <p><strong>Tujuan : </strong>untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan karakteristik ibu hamil tentang anemia di RS. Panti Wilasa Citarum Semarang.</p> <p><strong>Metode : </strong>Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Jumlah populasi sebanyak 34 ibu hamil di RS. Panti Wilasa Citarum Semarang diambil dengan teknik sampling total atau memasukkan semua populasi sebagai sampel. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara terpimpin. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, dengan analisis data menggunakan <em>Microsoft Excel 2013</em>.</p> <p><strong>Hasil: </strong>61,8% responden memiliki pengetahuan cukup, 88,3% rentang usia responden 20-35 tahun, 64,7% responden berlatar pendidikan SMA, 94% sebagian besar paritas responden &lt;3, dan 58,9% responden bekerja sebagai pegawai swasta.</p> <p><strong>Kesimpulan : </strong>Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia di RS. Panti Wilasa Citarum Semarang yaitu pada kategori cukup sebanyak 21 responden (61,8%).</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : Pengetahuan, Karakteristik, Anemia</p> Nor Tri Astuti Wahyuningsih ##submission.copyrightStatement## 2020-11-24 2020-11-24 9 2 12 24 10.47560/keb.v9i2.245 The POTRET EVALUASI PEMBELAJARAN DARING (E-LEARNING) MAHASISWA KESEHATAN DIMASA PANDEMI COVID-19 http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/246 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran dengan metode konvesional (tatap muka) saat ini tidak memungkinkan untuk dilaksanakan di masa pandemic COVID-19, namun kompetensi dan ketercapaian tujuan pembelajaran merupakan hal yang mutlak untuk dikuasai mahasiswa. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring bagi mahasiswa kesehatan di Stikes Panti Wilasa Semarang. Jenis penelitian evaluasi program, metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan metode evaluasi program CIPP. Jumlah sampel 68 responden yang dipilih secara <em>simple random sampling</em>. Pengumpulan data dengan kuesioner yang dibagikan dalam <em>whatsapp group</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan selama pembelajaran daring 42,65% responden berada di kost/rumah di pulau Jawa, 95,59% responden mampu mengoperasikan sarana belajar secara mandiri, 47,05% responden menggunakan sarana handphone dan laptop pribadi, 80,88% responden menggunakan kuota internet, 94,12% belum pernah mendapatkan bantuan kuota internet, 76,47% responden mengalami kendala saat pembelajaran daring, 47,05% menggunakan aplikasi google classroom, 69,12% responden menilai pembelajaran daring sesuai RPS, 39,71% responden menilai jadwal perkuliahan kurang sesuai dengan jadwal kuliah, 58,82% responden&nbsp; cukup paham dengan materi yang disampaikan</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : evaluasi, pembelajaran daring, mahasiswa</p> <p><strong><em><br> </em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Learning using the conventional method (face-to-face) is currently not possible to be carried out during the COVID-19 pandemic, however competence and achievement of learning objectives are essential for students. One alternative that can be used to overcome these obstacles is online learning (e-learning). This study aims to provide an overview of the evaluation of the implementation of e-learning for health students at Stikes Panti Wilasa Semarang. This type of program evaluation research, quantitative method with a descriptive approach, using the CIPP program evaluation method. The number of samples was 68 respondents who were selected by simple random sampling. Collecting data by means of a questionnaire distributed in the WhatsApp group. The results of this study indicate that during online learning 42.65% of respondents are in a boarding house / house on the island of Java, 95.59% of respondents are able to operate learning facilities independently, 47.05% of respondents use personal cellphones and laptops, 80.88% of respondents using internet quota, 94.12% have never received internet quota assistance, 76.47% of respondents experienced problems when learning online, 47.05% used the google classroom application, 69.12% of respondents rated online learning according to RPS, 39.71% Respondents considered the lecture schedule was not in accordance with the class schedule, 58.82% of respondents quite understood the material presented.</em></p> <p><em>Keywords: evaluation, online learning, student</em>&nbsp;</p> Lisa Dwi Astuti ##submission.copyrightStatement## 2020-11-24 2020-11-24 9 2 25 33 10.47560/keb.v9i2.246 ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE DI KLINIK MEDIKA UTAMA SIDOARJO http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/248 <p><em>Continuity of Care</em> merupakan program peningkatan pemberian pelayanan kebidanan secara kontinyu yang dilaksanakan oleh Bidan dan sebagai tugas akhir mahasiswa kebidanan dengan mengedepankan asuhan kebidanan secara holistik dan terpadu. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara berkesinambungan pada Ny.N 36 tahun multipara di Klinik Medika Utama Sidoarjo. Desain penelitian adalah diskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.N mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana&nbsp; berjalan sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Simpulan setelah diberikan asuhan kebidanan <em>Continuity of Care</em> ibu merasa nyaman, komplikasi yang terjadi dapat teratasi dan terdeteksi sejak awal kehamilan, ibu dan bayi mendapatkan asuhan yang adikuat dan terintegrasi.</p> Felia Julianti Fitri Setiawandari setiawandari ##submission.copyrightStatement## 2020-11-24 2020-11-24 9 2 34 43 10.47560/keb.v9i2.248 HUBUNGAN PANJANG BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 0-59 BULAN DI KABUPATEN JOMBANG http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/250 <p>Stunting merupakan masalah kurang gizi yang bersifat kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Di Indonesia pada tahun 2018, 3 dari 10 anak berusia dibawah lima tahun mengalami stunting, sedangkan 1 dari 10 mengalami wasting, seperlima anak usia sekolah dasar dengan obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi stunting pada anak balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Jombang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan teknik pengambilan sampling dengan <em>simple random sampling</em>. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah panjang badan lahir, sedangkan variabel terikat yaitu stunting. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak balita dengan panjang badan lahir (≥50 cm) sebanyak 71 balita (78,9%) tidak mengalami stunting sedangkan anak balita dengan panjang badan lahir (&lt;50 cm) sebanyak 39 balita (46,4%) yang mengalami stunting, dari hasil analisi terdapat hubungan antara panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada anak balita usia 0-59 bulan dengan nilai p=0,001&lt;0,005. Dapat disimpulkan bahwa anak dengan panjang badan lahir ≥ 50 cm menurunkan angka kejadian stunting pada usia &lt; 2 tahun.<strong>&nbsp;</strong></p> VIVIN EKA RAHMAWATI ##submission.copyrightStatement## 2020-11-28 2020-11-28 9 2 44 48 10.47560/keb.v9i2.250 DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN LANSIA YANG MENGALAMI NYERI SENDI DI POSYANDU LANSIA SEDAP MALAM KREMBANGAN SELATAN SURABAYA http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/258 <p>Lansia yang mengalami nyeri sendi akan merasakan ketakutan, kegelisahan serta sering mengalami masalah psikologis yang dapat menimbulkan kecemasan. Perasaan kecemasan dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan perasaan putus asa, depresi, menyalahkan diri dan <em>fight or freeze</em>. Individu yang mengalami perasaan kecemasan sangat membutuhkan dukungan sosial keluarga untuk mengurangi tekanan psikologis selama lansia mengalami ketakutan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kecemasan Pada Lansia Yang Mengalami Nyeri Sendi di Posyandu Lansia Sedap Malam Krembangan Selatan Surabaya. Rancangan penelitian ini menggunakan <em>Metode Korelasi</em>. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berada di Posyandu Lansia Sedap Malam berjumlah 56 lansia, pengambilan sampel&nbsp; menggunakan <em>Simple Random</em> Sampling dengan jumlah sampel 20 lansia yang terdiri dari 1 lansia pria (5%) dan 19 lansia perempuan (95%). Data yang dikumpulkan diperoleh melalui <em>dua kuesioner</em> yaitu kuesioner <em>dukungan sosial keluarga</em> dan <em>kuesioner kecemasan</em>. Data yang terkumpul dilakukan analisa <em>uji Spearman</em> dengan nilai p&lt; 0,05 pada penelitian didapatkan hasil p= 0,015 dimana HO ditolak yang artinya ada hubungan dukungan sosial keluarga dengan kecemasan pada lansia. Dari hasil yang didapat diharapkan posyandu tetap mengadakan kegiatan sosial yang dapat meningkatkan hubungan sosial antara lansia dan pemberian penyuluhan kesehatan kepada masyarakat atau keluarga yang tinggal bersama lansia tentang pentingnya dukungan sosial keluarga untuk lansia.&nbsp;</p> Eny Astuti ##submission.copyrightStatement## 2020-11-28 2020-11-28 9 2 49 59 10.47560/keb.v9i2.258