Jurnal Kebidanan http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb <h4>Jurnal Kebidanan Prodi D-III Kebidanan STIKes William Booth Surabaya</h4> en-US lppmwb@gmail.com (Ethyca Sari) nita63186@gmail.com (Dianita Primihastuti) Mon, 28 Jun 2021 03:50:05 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH KOMPRES HANGAT GARAM KROSOK TERHADAP NYERI LUTUT PADA LANSIA DI KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/272 <p>Setiap orang, apalagi lansia (lanjut usia), tentu pernah merasakan nyeri selama perjalanan hidupnya. Perasaan nyeri ini kualitas dan kuantitasnya berbeda dari satu orang ke orang lain, tergantung dari tempat nyeri, waktu, penyebab dan lain-lain. Nyeri adalah sesuatu hal yang bersifat subjektif, tidak ada dua orang sekalipun yang mengalami kesamaan rasa nyeri. Beberapa terapi nonfarmakologi yang dapat diambil guna membantu mengurangi nyeri sendi pada lansia adalah kompres garam hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres air garam hangat terhadap nyeri sendi pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan dan&nbsp; menggunakan desain one group pretest-posttest. Variabel independen yaitu terapi dan one group pretest-posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 13 responden dengan metode consecutive sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan&nbsp; <strong>uji Wilcoxon</strong>. Sebelum dilakukan kompres garam hangat di dapatkan skala nyeri sedang 11 lansia (84,6%) sedangkan sesudah dilakukan kompres garam hangat di dapatkan skala nyeri ringan 12 lansia (92,3%) Hasil uji <em>Wilcoxon </em>menunjukan penurunan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p= 0,000, sehingga ada pengaruh kompres&nbsp; hangat garam krosok&nbsp; terhadap nyeri lutut pada lansia di kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya .Oleh karena itu penggunaan kompres hangat garam krosok dapat dipakai sebagai alternatif penanganan nyeri sendi pada lutut untuk lansia.</p> Eny Astuti ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/272 Fri, 25 Jun 2021 04:57:53 +0000 ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA NY “A” USIA 24 TAHUN GIP0000 DARI MASA KEHAMILAN HINGGA MASA NIFAS DI PMB ANY ISWAHYUNI, SURABAYA http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/273 <p>Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. COC. Untuk mencegah atau mengurangi AKI dan AKB tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas secara COC.Tujuan tugas akhir ini adalah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif secara <em>C</em><em>ontinuity&nbsp; Of Care</em> pada Ny.A di PMB Any Iswahyuni Surabaya Pendekatan yang dilakukan secara diskriptif dimana peneliti mengumpulkan data dan mendiskripsikan proses asuhan kebidanan secara komprehensif dengan anamnesa dan observasi kepada &nbsp;ibu hamil trimester III, bersalin, nifas, bayi baru lahir,&nbsp; dan keluarga berencana dan didokumentasikan dengan model SOAP yaitu pengumpulan data subjektif, objektif, assessment serta penatalaksanaan. Hasil penelitian dilakukan pendampingan secara <em>COC</em> di PMB Listiani baik secara langsung maupun t<em>elemedicine</em> dari tanggal 03 Januari 2021 sampai dengan 8 Maret 2021 Asuhan kebidanan Ny.A pada kehamilan, proses persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai tenaga kesehatan bidan dapat menenerapkan asuhan kebidanan secara <em>COC</em> dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dan tenaga kesehatan, yaitu memantau kondisi ibu hamil mulai dari awal kehamilan sampai proses persalinan ke tenaga kesehatan, pemantauan bayi baru lahir dari tanda infeksi, komplikasi pasca lahir serta fasilitator untuk pasangan usia subur dalam pelayanan keluarga berencana.</p> Shinta Wurdiana Rhomadona ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/273 Fri, 25 Jun 2021 07:02:08 +0000 TEKHNIK NON FARMAKOLOGI MOBILISASI DINI PADA NYERI POST SC http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/274 <p>Sectio caesarea adalah proses persalinan yang tidak melewati jalan lahir melainkan proses buatan pegeluaran janin melalui tinndakan pembedahan abdomen. Proses pembedahan abdomen menimbulkan luka dan memberikan dampak bagi ibu, dampak yang paling dirasakan adalah nyeri akut. Apabila nyeri pada ibu post <em>section caesarea</em> tidak teratasi dapat menyebabkan berbagai masalah diantaranya terjadi limfopeni, leukositosis, takikardi, pernafasan menjadi dangkal, memperlambat involusi uteri, dan mempersulit pemberian ASI. Tujuan dari study kasus ini adalah memberikan asuhan keperawatan&nbsp; pasien dengan diagnosa medis post <em>section caesarea</em> dan masalah keperawatan nyeri akut di Ruang Mawar Merah RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Metode ini adalah study kasus dengan sampel 2 pasien post <em>section caesarea</em> yang dirawat selama 3 hari. Sehinga study kasus didapatkan diagnose prioritas nyeri akut. Implementasi yang dilakukan pada kedua klien adalah mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan intensitas nyeri, memberikan posisi nyaman pada pasien, memeberikan terapi tekhnik relaksasi dan distraksi: mobilisasi bertahap, memberikan terapi analgesic sesuai advis dokter. Teknik distraksi adalah Teknik pengalihan rasa nyeri pasien dengan cara mengalihkan perhatiannya, bahkan meningkatkan toleransi terhadap nyeri. Tekhnik distraksi mobilisasi dini yaitu latihan gerak sendi, gaya berjalan, toleransi aktivitas sesuai dengan kemampuan dan kesejajaran tubuh. Evaluasi pada pasien 1 dan 2 dengan masalah keperawatan nyeri akut yaitu didapatkan pasien mengatakan nyeri berkurang. Hasil menunjukkan keefektifan implementasi mobilisasi dini terhdap rasa nyeri pasien.</p> retty nirmala santiasari ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/274 Mon, 02 Aug 2021 02:40:01 +0000 PERBEDAAN PENGARUH LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI PIL KOMBINASI DENGAN DMPA TERHADAP PENINGKATAN INDEKS MASSA TUBUH http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/275 <p>Kontrasepsi hormonal jangka pendek menjadi alat kontrasepsi yang paling banyak diminati wanita usia subur karena bersifat efektif dan reversibel untuk mencegah terjadinya kehamilan. Kontrasepsi oral kombinasi bekerja secara primer dengan cara menghambat ovulasi. Sedangkan kontrasepsi suntik DMPA menekan pembentukan releasing faktor dan hipotalamus untuk menghambat penetrasi sperma melalui serviks uteri. Salah satu efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal adalah peningkatan berat badan yang dapat mempengaruhi nilai IMT. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan pengaruh lama pemakaian kontrasepsi pil kombinasi dengan DMPA terhadap peningkatan IMT. Metode penelitian menggunakan retrospektif komparatif observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling dengan Besar sampel pil kombinasi sebanyak 15 orang dan 23 orang akseptor KB suntik DMPA. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner akseptor KB. Hasil uji Chi-Square didapatkan ρ value pil kombinasi (0,001) &lt; α dan suntik DMPA (0,048) &lt; α. Kesimpulan secara statistik H0 ditolak yang artinya ada pengaruh, pil kombinasi memiliki hubungan yang lebih erat terhadap lama pemakaian kontrasepsi dengan peningkatan indeks masa tubuh dibandingkan&nbsp; suntik DMPA. Kandungan hormon estrogen dan progesteron dalam pil kombinasi bekerja secara aktif dalam menstimulasi lemak tubuh sementara kandungan progesteron saja dalam suntik DMPA meningkatkan kadar LDL yang menyebabkan pil kombinasi lebih besar pengaruhnya dalam peningkatan IMT dibanding DMPA. Oleh karena itu, diharapkan petugas&nbsp;kesehatan dapat memantau IMT akseptor selama pemakaian kontrasepsi untuk mencegah angka kejadian obesitas.</p> Endah Kamila Mas'udah ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/275 Mon, 31 May 2021 00:00:00 +0000