http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/issue/feed Jurnal Keperawatan 2021-08-13T04:41:27+00:00 Ethycasari lppmwb@gmail.com Open Journal Systems <h4>Jurnal Keperawatan Prodi S1 Keperawatan STIKes William Booth Surabaya</h4> http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/265 PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DIABETES MELLITUS TIPE I PADA HEWAN MENCIT (MUS MUSCULUS) 2021-06-23T09:34:25+00:00 Taufan Citra Darmawan tp4n_thefujin@yahoo.com <p><strong>Pendahuluan</strong>: Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu jenis penyakit degenerative yang mengalami peningkatan setiap tahun di negara-negara seluruh dunia. Di Indonesia fenomena diabetes melitus terkini tidak hanya menyerang lansia tapi juga rentang usia lainnya. Salah satu solusi alternatif yang dapat dicoba yaitu pengobatan tradisional dengan daun jambu biji. Penelitian sebelumnya terkait daun jambu biji mengatakan bahwa dalam daun jambu biji terdapat zat yang berdampak menurukan gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung pengaruh rebusan daun jambu biji terhadap kadar glukosa darah. <strong>Metode:</strong> penelitian ini adalah <em>true experiment </em>Desain penelitian yang digunakan yakni <em>pre</em> <em>post test control group design. </em>Lokasi penelitian dilakukan di laboratorium biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah hewan mencit sebanyak 32 ekor yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dan kontrol. <strong>Hasil dan Analisa</strong>: Dengan menggunakan uji chi - square didapatkan hasil yang signifikan ρ &lt; α = 0,00 &lt; 0,05 yang artinya terdapat pengaruh pada rebusan air daun jambu biji terhapat penurunan glukosa darah pada mencit. Hasil penelitian 16 ekor mencit yang dilakukan uji coba didapatkan bahwa seluruh mencit mengalami penurunan kadar glukosa darah. <strong>Kesimpulan</strong>: air rebusan daun jambu biji (psidium guajava) dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit jenis (mus muculus). Penelitian ini masih merupakan penelitian tahap awal dimana perlu dilakukan uji coba lebih lanjut terhadap spesimen hewan mamalia jenis lainnya sebelum dilakukan kepada manusia.</p> 2021-05-25T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/266 PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI DAERAH PETEMON SURABAYA 2021-08-13T04:19:26+00:00 Wijar Prasetyo wijar85@gmail.com Hendro Djoko Tjahjono hendrodjokotjahjono@yahoo.co.id <p>Banjir merupakan aliran air di permukaan tanah yang relatif tinggi dan tidak dapat ditampung oleh saluran drainase sehingga melimpah serta merugikan manusia karena jumlahnya melebihi normal. Daerah petemon merupakan dataran rendah sehingga saluran air tidak dapat menampung volume air yang menyebabkan air meluap kedataran. Untuk meningkatkan pengetahuan dapat dilakukan dengan promosi pendidikan kesehatan dengan memberikan penyuluhan terhadap warga agar bisa menambah wawasan, pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Tingkat Pengetahuan Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Banjir Di Petemon Surabaya. Desaign penelitian ini Pre Eksperimen One Groups Pretest-Posttest yang bertujuan untuk menganalisa warga masyarakat yang mengalami tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan dengan menyebarankan kuesioner berisi pertanyaan seputar bencana banjir dan tingkat pengetahuan. Populasi penelitian ini adalah 50 masyarakat dengan sampel 44 responden dengan teknik pengambilan <em>Purposive Sampling</em><em>.</em> Pengumpulan data menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan kuesioner dianalisis menggunakan uji statistic <em>Wilcoxon</em> dengan tingkat signifikasi <em>α&lt; 0,05</em>. Hasil yang didapatkan yaitu P=0.038, menunjukkan terhadap pengaruh antara tingkat pengetahuan terhadap masyarakat di Petemon Surabaya. Berdasarkan hasil analisa data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh pada masyarakat sehingga meningkatkan perilaku kesiapsigaan masyarakat, memahami dan menerapkan isi atau informasi yang diberikan saat dilakukan pendidikan kesehatan.</p> 2021-06-22T07:55:45+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/267 HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN STRATEGI PENANGANAN KECEMASAN PADA PERAWAT YANG MERAWAT PASIEN PENDERITA COVID-19 2021-06-23T03:43:41+00:00 Aristina Halawa halawaaristina@yahoo.co.id <p>Covid-19 mulai masuk ke Indonesia pada awal tahun 2020 dan menyebar ke seluruh daerah di Indonesia. Hal ini menimbulkan kecemasan bukan hanya pada masyarakat namun juga kepada perawat. Kecemasan ini dialami oleh perawat karena perawat merupakan garda terdepan dalam merawat pasien Covid-19. Perawat perlu melakukan strategi penanganan kecemasannya seperti menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan dan menghindari perilaku yang beresiko agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Dalam hal ini dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh perawat karena dukungan keluarga merupakan motivasi bagi perawat.&nbsp; Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan strategi penanganan kecemasan pada&nbsp; perawat yang merawat pasien penderita covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode cross-sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 35 dengan jumlah sampel 35 orang perawat yang bekerja merawat pasien penderita Covid-19. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Total Sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 15&nbsp; (42,8 %) responden memiliki dukungan keluarga baik, 18 (51,4%) responden memiliki dukungan keluarga cukup dan 2 (5,8%) memiliki dukungan kurang. Strategi penanganan kecemasan perawat sebagian besar yaitu 23 (65,7%) responden berada pada tingkat baik dan 12 (34,3%) responden berada pada tingkat cukup.&nbsp; Analisa data menggunakan uji spearman dan diperoleh nilai signifikasi (p) sebesar 0,007 yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dan strategi penanganan kecemasan pada perawat yang merawat pasien penderita covid-19. Dengan demikian&nbsp; diharapkan keluarga terus mempertahankan dan meningkatkan dukungannya kepada perawat dan perawat tetap mempertahankan strategi penanganan kecemasanya selama merawat pasien Covi-19 sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik.</p> 2021-06-23T03:43:40+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/268 PENGARUH SENAM JANTUNG SEHAT TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA HARGO DEDALI SURABAYA 2021-06-23T04:17:51+00:00 Ethyca Sari ethyca.sari@yahoo.com <p>Penyakit degeneratif pada masa tua yang sering muncul salah satunya yaitu hipertensi. Hipertensi merupakan tekanan tinggi didalam pembuluh darah arteri yang mengangkut darah dari jantung dipompa keseluruhan jaringan dan organ tubuh. senam merupakan salah satu hal yang efektif dalam menurunkan tekanan darah, salah satunya senam jantung sehat. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>pra eksperimental group pre – post test design, </em>yang bertujuan mengidentifikasi pengaruh senam jantung sehat terhadap tekanan darah pada Lansia. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu senam jantung sehat dan variable dependen yaitu tekanan darah pada Lansia. Populasi pada penelitian ini yaitu lansia di Panti Tresna Werdha Hargo Dedali Surabaya berjumlah 16 responden, dengan sampel 16 responden yang dipilih melalui teknik <em>total sampling.</em> Pengukuran tekanan darah menggunakan <em>spygnomanometer</em>. Pengumpulan data dengan <em>checklist. </em>Hasil penelitian menunjukkan sebelum senam jantung sehat tekanan darah 10 orang (62,5%) termasuk hipertensi stadium I dan setelah senam jantung sehat didapat tekanan darah 13 orang (81,25%) termasuk prehipertensi. Analisa data menggunakan uji statistic <em>Wilcoxon </em>dan diperoleh tingkat signifikan <em>0,00</em> (<em>p&lt;0,05</em>), dengan demikian H0 ditolak yang berarti ada pengaruh antara senam jantung sehat terhadap tekanan darah pada lansia di Panti Tresna Werdha Hargo Dedali Surabaya. Lanjut usia yang sudah memiliki riwayat hipertensi dianjurkan untuk lebih rutin melaksanakan senam jantung sehat karena dapat membantu lansia menurunkan atau menstabilkan tekanan darah.</p> 2021-06-23T04:17:51+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/269 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MANAJEMEN DAGUSIBU DAN MANAJEMEN HIPERTENSI TERHADAP SELF MANAGEMENT PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI 2021-08-13T04:37:28+00:00 Syarifah Choiriyah syarifahchoiriyah@yahoo.co.id Budi Artini budiartini76@ymail.com Hendro Djoko Tjahjono hendrodjokotjahjono@yahoo.co.id <p>Lansia yang menderita hipertensi mengalami kesulitan dalam mengontrol tekanan darah, dimana kondisi ini dapat memperburuk kesehatannya. <strong>Tujuan : </strong>Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan manajemen dagusibu dan manajemen hipertensi terhadap <em>self management</em> lansia penderita hipertensi. <strong>Metode</strong> <strong>: </strong>Desain penelitian menggunakan <em>Pra-Eksperimental One Grup Pre-Post Test Design</em>. Jumlah populasi pada penelitian sebanyak 26 lansia dengan sampel 26 responden. Tehnik pengambilan sampel yaitu <em>Total Sampling</em>. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. <strong>Hasil</strong> <strong>penelitian : </strong>Menunjukkan bahwa 18 responden (69%) memiliki <em>Self Management </em>yang baik. Analisa data menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Ranks Test </em>dan diperoleh nilai signifikasi (<em>p</em>) sebesar 0,025 dimana <em>p</em>&lt;0,05 yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan manajemen dagusibu dan manajemen hipertensi terhadap <em>Self Management </em>lansia penderita hipertensi. <strong>Kesimpulan :</strong> Ada pengaruh pendidikan kesehatan manajemen dagusibu dan manajemen hipertensi terhadap <em>Self Management </em>lansia penderita hipertensi di Posyandu Lansia Dahlia RW IV Kupang Panjaan Surabaya. Kondisi tersebut, dapat meningkatkan derajad kesehatan lansia.</p> 2021-06-23T07:03:15+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/270 HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK MENTARI SURABAYA 2021-08-13T04:41:27+00:00 Ni Putu Widari putu.widari@yahoo.com Adellia Meidita Darmasari Adelia@yahoo.co.id <p>Pola asuh dalam keluarga merupakan sebuah hal yang penting yang harus dilakukan oleh orang tua dalam menerapkan perilaku sosial yang baik pada anak, terutama pada anak usia prasekolah dimana usia prasekolah ini anak pertama kali untuk bersosialisasi di lingkungannya. Perilaku sosial yang juga dipengaruh oleh pola asuh orang tua selama dirumah. Dengan itu anak bisa berkembang dengan baik dalam usianya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengiidentifikasi hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku sosial anak usia prasekolah di TK Mentari Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 17 orang siswa pada kelas TK A dan TK B dengan jumlah sampel yang digunakan sebagai responden penelitian adalah sebanyak 17 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara <em>Total Sampling</em>. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner mengenai pola asuh orang tua dan perilaku sosial. Setelah ditabulasi data yang ada dianalisis dengan menggunakan uji <em>Spearman Rho Correlation</em> dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penlitian ini menunjukan dari 17 responden didapatkan sebanyak 13 responden (76%) mendapatkan pola asuh demokratis dan sebanyak 14 responden (82%) memiliki perilaku sosial yang baik. Hasil uji statistik dengan Korelasi <em>Spearman </em>menunjukkan nilai signifikasi (p) sebesar 0,000 (p&lt;0,05) yang berarti terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku sosial anak usia prasekolah. Melihat penelitian ini maka perlu adanya sebagai orang tua melakukan pendekatan melalui pola asuh yang tepat merupakan kunci agaterentuk perilaku sosialyangbaik terhadap anak. Oleh karena itu diharapkan orang tua dapat menerapkan pola asuh yang baik atau dengan memperkenalkan anak dilingkungan sekitar agar anak mampu bersosialisasi dengan baik dan sesuai dengan tahapan perkembangan umurnya.</p> 2021-06-23T08:59:28+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/215 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 2021-06-23T09:30:58+00:00 Erika Untari Dewi erikauntariwb@gmail.com <p>Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. (Kemenkes, 2020). Pencegahan dan penanggulangan penyakit yang penting adalah dengan cara memutus rantai penularan, yaitu dengan menghentikan agen masuk ke pejamu dan pencegahan yang mengarah pada upaya penanggulangan faktor risiko penyakit, seperti perilaku yang merupakan akumulasi dari pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan seseorang untuk terbebas dari penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Desain yang digunakan pada penelitian ini deskriptif korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Populasi dari Penelitian ini adalah masyarakat binaan Ners Stikes William Booth. Sampel yang digunakan 70 orang dengan menggunakan teknik <em>total sampling. </em>Pengambilan data dengan kuisioner. Data diperoleh dari hasil kuisoner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel dan dikonfirmasikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil dari empat faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19 yakni factor usia, tingkat Pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan, ternyata faktor tingkat pengetahuan yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19. Berdasarakan hasil penelitian ini sehingga untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan Covid-19 diperlukan Pendidikan kesehatan kepada masyarakat secara terus-menerus dan berkesinambungan.</p> 2021-06-23T09:30:57+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/264 PENGETAHUAN DAN TINDAKAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA 2021-08-01T10:57:47+00:00 Ni Luh Agustini Purnama niluh.purnama20@gmail.com <p>Perawatan saat menstruasi perlu dilakukan karea jika kurang dijaga kebersihannya akan berpotensi terhadap timbulnya infeksi pada organ reproduksi. Dalam meningkatkan kebersihan organ reproduksi dan pencegahan penyakit, diharapkan untuk wanita memiliki pengetahuan yang baik sehingga dapat berpengaruh pada kebiasaan positif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan <em>personal hygiene </em>menstruasi remaja putri. Desain penelitian menggunakan <em>cross sectional</em>. Responden sebanyak 42 remaja putri di SMKN 4 Negara yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengetahuan dan praktik diukur dengan menggunakan kuesioner.&nbsp; Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini dengan uji&nbsp; Spearman. Dari dari 35&nbsp; reponden yang berpengetahuan baik sebanyak 55 (94,3%) tindakan <em>personal hygiene</em> saat menstruasinya dalam kategori baik. Hanya 1 responden yang memiliki pengetahuan ketegori kurang dengan tindakan personal hygiene yang tidak baik . Hasil Uji&nbsp; Rank Spearman&nbsp; menunjukkan nilai p&lt; 0,05 artinya ada hubungan pengetahuan dengan tindakan <em>personal hygiene</em> saat mentruasinya. Nilai korelasi rho yaitu 0,47 hal ini arah hubungan positif dan kekuatan hubungan sedang. Arah hubungan positif artinya semakin tinggi skor pengetahuan maka semakin baik tindakan <em>personal hygiene</em></p> 2021-05-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##