Jurnal Keperawatan http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep <h4>Jurnal Keperawatan Prodi S1 Keperawatan STIKes William Booth Surabaya</h4> STIKes William Booth Surabaya en-US Jurnal Keperawatan 2302-948X Uji Coba Instrumen Pengkajian Keperawatan Medikal Bedah Berbasis Pola Fungsional Kesehatan Gordon http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/243 <p>Banyak teori yang digunakan dalam pengkajian keperawatan. Beberapa mengadopsi satu teori, yang lain menggabungkan beberapa teori. Fungsi Kesehatan Gordon memiliki 11 pola kehidupan manusia dan dapat menilai masalah atau kebutuhan perawatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kualitas instrumen pengkajian keperawatan dan kualitas dokumentasi yang digunakan mahasiswa saat bedah keperawatan medik dalam praktik klinis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik pra eksperimental (<em>one shot case study</em>). Subjek dalam penelitian ini sebanyak 96 siswa untuk menilai kualitas instrumen pengkajian keperawatan dan 89 dokumen asuhan keperawatan yang ditulis oleh siswa tingkat III untuk menilai kualitas dokumentasi. Kuesioner skala likert dan daftar observasi digunakan. Penelitian dilaksanakan di STIKES Dirgahayu Samarinda dari bulan April sampai Juli 2019. Mutu dokumentasi pengkajian keperawatan sebagian besar dalam kategori baik. Beberapa komponen dalam kategori cukup yaitu akurasi pada riwayat kesehatan dahulu (58,43%), kelengkapan pada kajian metabolik nutrisi (75,28%), kajian pola aktivitas latihan (75,28%), dan pemeriksaan fisik dimana tiga aspek dalam kategori cukup (69,66%). Mutu instrumen dinilai dalam kategori baik pada ketiga aspek <em>functionality, usability </em>dan <em>efficiency </em>(&gt;76%). Pola fungsional kesehatan menurut Gordon sesuai untuk diterapkan dan dapat dikembangkan untuk pengkajian keperawatan yang baik.</p> Aprilia Nuryanti ##submission.copyrightStatement## 2020-11-24 2020-11-24 9 2 1 10 10.47560/kep.v9i2.243 APLIKASI MODEL KEPERAWATAN COMFORT KOLCABA DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/260 <p><em>Diaper</em> dermatitis sering terjadi pada anak anak yang berisiko menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan ketidaknyamanan. Pendekatan keperawatan untuk memberikan kenyamanan pada pasien didasarkan pada teori <em>Comfort</em> Kolcaba. Teori ini membahas tentang kenyamanan dalam empat konteks kenyamanan yaitu: fisik, psikospiritual, sosial budaya, dan lingkungan, <em>Perianal care</em> dengan menggunakan air merupakan salah satu <em>Evidence Based Nursing Practice</em> yang dapat diterapkan untuk mencegah dan mengatasi <em>diaper</em> dermatitis sehingga kenyamanan pasien dapat teratasi. Hasil dari penerapan teori ini dilakukan pada anak dengan kerusakan integritas kulit. Teori Kenyamanan Kolcaba dapat meningkatkan kesehatan pasien, kepuasan pasien dan keluarga terhadap pelayanan keperawatan bertambah.</p> <p>&nbsp;</p> Lina Mahayati ##submission.copyrightStatement## 2020-11-24 2020-11-24 9 2 11 20 10.47560/kep.v9i2.260 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/259 <p>Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. (Kemenkes, 2020). Pencegahan dan penanggulangan penyakit yang penting adalah dengan cara memutus rantai penularan, yaitu dengan menghentikan agen masuk ke pejamu dan pencegahan yang mengarah pada upaya penanggulangan faktor risiko penyakit, seperti perilaku yang merupakan akumulasi dari pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan seseorang untuk terbebas dari penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Desain yang digunakan pada penelitian ini deskriptif korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Populasi dari Penelitian ini adalah masyarakat binaan Ners Stikes William Booth. Sampel yang digunakan 70 orang dengan menggunakan teknik <em>total</em><em> sampling. </em>Pengambilan data dengan kuisioner. Data diperoleh dari hasil kuisoner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel dan dikonfirmasikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil dari empat faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19 yakni factor usia, tingkat Pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan, ternyata faktor tingkat pengetahuan yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19. Berdasarakan hasil penelitian ini sehingga untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan Covid-19 diperlukan Pendidikan kesehatan kepada masyarakat secara terus-menerus dan berkesinambungan.</p> Erika Untari Dewi ##submission.copyrightStatement## 2020-11-24 2020-11-24 9 2 21 25 10.47560/kep.v9i2.259 SELF – EFFICACY MAHASISWA DALAM BELAJAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI STIKES WILLIAM BOOTH http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/262 <p>Pandemi Covid-19 memberi dampak bukan hanya pada bidang Kesehatan tetapi juga pada bidang pendidikan dimana proses pembelajaran berubah menjadi&nbsp; pembelajaran daring. Hal ini mempengaruhi <em>Self-Efficacy</em> &nbsp;mahasiswa dalam belajar.&nbsp;&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi <em>Self-Efficacy </em><em>mahasiswa dalam belajar pada masa pandemic Covid-19. </em>Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dengan jumlah populasi 103 responden, dan jumlah sampel 103 responden mahasiwa yang mengisi kuisioner. Tehnik sampling yang digunakan yaitu Total <em>sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dalam pengambilan data. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahawa sebagian besar mahasiswa memiliki <em>Self-efficacy</em>&nbsp; yang tinggi dalam belajar. Dengan demikian diharapkan institusi tetap meningkatkan proses pembelajaran yang kreatif dan interaktif agar dapat meningkatkan <em>Self-Efficacy </em>&nbsp;mahasiswa dalam belajar.</p> Aristina Halawa ##submission.copyrightStatement## 2020-11-25 2020-11-25 9 2 26 32 10.47560/kep.v9i2.262 Intervensi Terapi Akupresure (Titik L14) pada Nyeri Persalinan Kala I Aktif http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/261 <p>Nyeri adalah bagian integral dari persalinan dan melahirkan. Nyeri selama kala I fase aktif persalinan, diakibatkan oleh dilatasi serviks dan segmen bawah uterus serta distensi korpus uteri. salah satu upaya non-farmakologi untuk menurunkan nyeri persalinan dengan memberikan tindakan terapi <em>akupresur</em> titik L14. Tujuan studi kasus ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada nyeri persalinan kala I aktif di ruang VK RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Metode ini adalah study kasus dengan sampel 2 pasien dengan persalinan kala I aktif yang dirawat selama 3 hari. Sehingga study kasus didapatkan diagnosa prioritas adalah nyeri akut berhubungan dengan kontraksi uterus. Implementasi yang dilakukan pada kedua pasien adalah mengobservasi reaksi ketidaknyamanan non-verbal dari raut wajah atau tingkah laku, mengontrol lingkungan pasien dan suhu ruangan, melakukan pengkajian nyeri, memberikan terapi nonfarmakologis yaitu terapi akupresure pada titik L14, mengajarkan tehnik akupresur titik L14. Terapi <em>akupresu</em><em>r</em> titik L14 dapat mengatasi nyeri ibu pada saat persalinan kala I fase aktif dengan cara melakukan penekanan pada titik <em>akupresur</em> pada titik L14 diantara tulang metacarpal pertama dan kedua bagian distal dengan gerakan memutar. Dengan demikian terapi relaksasi <em>akupresur </em>dapat menurunkan nyeri persalinan kala I aktif. Evaluasi pada pasien 1 dan pasien 2 dengan masalah keperawatan nyeri akut ditandai dengan pasien mengatakan sudah tidak merasakan nyeri. Hasil menunjukkan keefektifan implementasi pada kedua pasien mengalami perbaikan kondisi dan masalah keperawatan nyeri kronis pada kedua pasien teratasi.</p> Retty Nirmala Santiasari ##submission.copyrightStatement## 2020-11-26 2020-11-26 9 2 33 42 10.47560/kep.v9i2.261 UPAYA PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL MELALUI TERAPI BERMAIN : PARALLEL PLAY MENGANYAM KERTAS http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/263 <p>Anak retardasi mental umumnya memiliki kemampuan motorik kasar dan halus yang lebih rendah dibandingkan anak normal, karena kelemahan pada sistem saraf sehingga sulit mencapai perkembangan secara normal. Hal tersebut dapat ditingkatkan dengan memberikan stimulasi yang baik dan berkesinambungan. Terapi bermain: <em>Parallel Play</em> menganyam kertas merupakan permainan aktif mandiri anak retardasi mental untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experimental. Populasinya adalah anak usia 11-12 tahun di SDLB AKW Kumara II. Sampel terdiri dari 12 responden dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi dan dianalisis dengan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney U Test dengan tingkat signifikan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terapi bermain: Parallel Play menganyam kertas dapat meningkatkan motorik halus anak retardasi mental. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok perlakuan didapatkan data nilai p = 0.026 dan kelompok kontrol p = 0.063. Uji statistik menggunakan Mann Whitney U Test menunjukkan motorik halus pada kelompok perlakuan lebih baik daripada kelompok kontrol (nilai p = 0,030). Kesimpulannya, terapi bermain: <em>parallel play</em> menganyam kertas dapat meningkatkan motorik halus anak retardasi mental ringan.</p> Siska Christianingsih ##submission.copyrightStatement## 2020-11-23 2020-11-23 9 2 43 50 10.47560/kep.v9i2.263