http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/issue/feed Jurnal Keperawatan 2020-09-17T07:42:45+00:00 Open Journal Systems <h4>Jurnal Keperawatan Prodi D-III Keperawatan STIKes William Booth Surabaya</h4> http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/68 DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HIV/AIDS DILEMBAGA SUAR INDONESIA KABUPATEN KEDIRI 2019-01-22T08:23:45+00:00 Erika Untari Dewi untarierika@yahoo.co.id <p><span class="fontstyle0">Kualitas hidup pada pasien HIV/AIDS sangat penting untuk diperhatikan karena penyakit infeksi ini bersifat kronis dan progresif sehingga berdampak luas pada segala aspek kehidupan baik fisik, psikologis, sosial maupun spiritual. Masalah pada psikososial yang muncul salah satunya yaitu kurangnya dukungan keluarga yang terkadang lebih berat dihadapi oleh pasien sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS diLembaga Suar Indonesia Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan desain uji korelasi dengan metode kuantitatif partisipatif</span><span class="fontstyle2">.<br></span><span class="fontstyle0">Populasi pada penelitian ini sebanyak 30 responden yaitu seluruh pasien HIV/AIDS diLembaga Suar Indonesia Kabupaten Kediri dan jumlah sampel yang diambil yaitu 28 responden dengan menggunakan teknik </span><span class="fontstyle2">simpel random sampling. </span><span class="fontstyle0">Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mendapatkan dukungan keluarga baik sebanyak 13 responden (47%) Sedangkan pada kualitas hidup didapatkan kualitas hidup biasa-biasa saja 15 responden (53%). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan teknik </span><span class="fontstyle2">probability sampling </span><span class="fontstyle0">dan di uji<br>menggunakan uji statistik </span><span class="fontstyle2">spearman </span><span class="fontstyle0">dengan hasil p=0.082 yang menyatakan bahwa H0 diterima dan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup tidak ada hubungan. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan persepsi diri yang positif pada pasien ODHA.</span> </p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/69 PENGARUH PENERAPAN TERAPI OKUPASI TERHADAP TINGKAT STRES PADA LANSIA 2019-01-22T08:37:01+00:00 Ni Putu Widari putu.widari@yahoo.com Maria Eugensiana Taji putu.widari@yahoo.com <p><span class="fontstyle0">Terapi okupasi pada lansia merupakan salah satu alternatif non farmakologi yang mudah dilakukan, mudah dibuat dan mudah digunakan tetapi memberikan manfaat yang besar dalam menurunkan stres. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penerapan terapi okupasi terhadap penurunan stres pada lansia di Panti Werda Usia Anugrah Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian bersifat pra – experimental (</span><span class="fontstyle2">one – grup pre – post test desing</span><span class="fontstyle0">). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penghuni Panti Werda Usia Anugrah Surabaya,yang berjumlah 20 orang. Pengambilan sampel digunakan dengan cara Probality sampling (</span><span class="fontstyle2">simple random sampling</span><span class="fontstyle0">), dengan jumlah sampel 19 orang. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi tingkat stres dengan skala Holmes dan Rahe.variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas (</span><span class="fontstyle2">independen</span><span class="fontstyle0">) adalah terapi okupasi dan variabel terikat (</span><span class="fontstyle2">dependen</span><span class="fontstyle0">) tingkat stres. Sebelum dilakukan terapi okupasi 19 (100%) responden memiliki tingkat stres dengan kategori sedang, setelah dilakukan terapi okupasi 8 (42%) responden tingkat stres rendah, sedangkan 11 (58%) responden masih dalam kategori stres sedang. Analisa data yang digunakan yaitu dengan uji wilcoxon, hasil yang diperoleh adalah p = 0,005 dengan nilai (p&lt;0,005), yang berarti ada pengaruh penerapan terapi okupasi terhadap tingkat stres pada lansia di Panti Werda Usia Anugrah Surabaya. Sejauh ini banyak orang tua belum mengetahui terapi untuk menurunkan tingkat stres pada dirinya, dengan adanya terapi okupasi, seseorang dibantu untuk mengatasi atau menghindari tingkat stres yang berkepanjangan.</span> </p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/70 HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN HARGA DIRI ANAK USIA PRASEKOLAH 2019-01-22T09:05:32+00:00 Siti Muniroh sitimuniroh52@gmail.com <p><span class="fontstyle0">A preschool age (3 to 6 years ) is a golden period for children , whereby on this period children are very sensitive to absorb all information around them especially from their family or parents. The environment of the family is very important for the development of children’s self-esteem. Children who grow up in harmonious and religious family, parents who give love, attention and guidance in their life, hence the development of their self-esteem tends to be positive . The purpose of this research is to know the relationship between parent’s care patterns and pre school age children’s self esteem. This research used correlational with Cross Sectional approach. The<br>population is all parents who have pre school age children on TKIT Ar Ruhul Jadid Sengon Jombang. This research used the samples taken from some parents who have pre school children on TKIT Ar Ruhul Jadid Sengon Jombang. This also used Purposive sampling technique. Data collection instrument in this research used questionnaires and structured interviews on both<br>variables. Statistical tests used Spearman Rank with the level of significance (ρ ≤ 0,05). If the results obtained ≤ 0,05, the research hypothesis is accepted means there is relationship between the authoritative care patterns and the increasing of preschool children’s self esteem. It can be obtained from the research that most parents’ care patternsare authoritative is 26 respondents (74,29 %). There is almost entirely 34 respondents (97,14 % ) have positive self-esteem. From the data, can be obtained that α = 0,004 that α ≤ 0,05. SoHo rejected and H1 is accepted that means there is relationship between parent’s care patterns and pre school age children’s self esteem in<br>TKIT Ar Ruhul Jadid. For all parents, is expected to be nurturing their children positively so the children will have the personality which is positive, more independent, mature and can they can appreciate theirselves properly.</span> </p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/71 APLIKASI TEORI KONSERVASI LEVINE PADA ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN KASUS INFEKSI DAN CAIRAN 2019-01-22T09:10:09+00:00 Fitri Annisa fitriannisa0001@gmail.com Nani Nurhaeni fitriannisa0001@gmail.com Dessie Wanda fitriannisa0001@gmail.com <p><span class="fontstyle0">Penyakit infeksi memiliki kaitan yang erat dengan masalah cairan dan elekrolit. Di samping itu pemenuhan kebutuhan cairan menjadi hal yang esensial karena lebih dari 50% komponen tubuh manusia terdiri dari cairan. Model asuhan keperawatan konservasi Levine menawarkan konsep yang holistik yang mampu mengatasi masalah pada pasien infeksi, khususnya masalah cairan dan elektrolit. Asuhan keperawatan model konservasi Levine bertujuan untuk mempertahankan keutuhan individu dengan cara beradaptasi melalui aspek konservasi energi, konservasi integritas struktur, integritas personal dan sosial. Model asuhan keperawatan konservasi Levine mampu mengeksplorasi data yang diperlukan untuk masalah cairan dan elektrolit dan dapat diterapkan pada pasien anak di ruang infeksi.</span></p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/72 DUKUNGAN KELUARGA DAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) 2019-01-22T09:13:24+00:00 Sri Sulistiowati sulis2770@gmail.com Ratna Sitorus Sudarsono sulis2770@gmail.com Masfuri . sulis2770@gmail.com <p><span class="fontstyle0">Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang mampu meningkatkan efikasi diri pada pasien penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).&nbsp; Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dengan efikasi diri pada pasien PPOK. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasi dengan menggunakan metode </span><span class="fontstyle2">cross sectional</span><span class="fontstyle0">. Serratus tiga puluh tiga responden dengan PPOK direkrut dari poliklinik paru rawat jalan RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur menggunakan teknik sampling </span><span class="fontstyle2">consecutive sampling. </span><span class="fontstyle0">Hasil analisis penelitian menggunakan uji korelasi </span><span class="fontstyle2">chi – square </span><span class="fontstyle0">menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan efikasi diri pada pasien PPOK (</span><span class="fontstyle2">p value </span><span class="fontstyle0">: 0,032 ; α : 0,05) dengan nilai OR 4,21 meskipun data menunjukkan 72,2% responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik dan 78,2% responden memiliki efikasi diri yang rendah. Diantara semua karakteristik responden hanya kategori penghasilan yang memiliki hubungan dengan efikasi diri (P value : 0,007; α: 0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut perawat perlu melakukan asuhan keperawatan dengan memperhatikan aspek dukungan<br>keluarga dan efikasi diri pasien PPOK serta memberikan pendidikan kesehatan atau pelatihan tentang upaya pemberian dukungan pada anggota keluarga yang menderita untuk meningkatkan efikasi diri.</span> </p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/73 HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN PRURITUS VULVA PADA SANTRIWATI DI ASRAMA HURUN’INN DARUL ‘ULUM JOMBANG 2019-01-22T09:20:06+00:00 Shobihat Abd.Rosyid Shobihatrasyid@gmail.com Mukhoirotin . Shobihatrasyid@gmail.com <p><span class="fontstyle0">Pruritus Vulva </span><span class="fontstyle2">merupakan salah satu gejala yang muncul pada saat menstruasi. Hal ini terjadi karena praktik perawatan vulva yang kurang. Tujua penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku </span><span class="fontstyle0">personal hygiene </span><span class="fontstyle2">saat menstruasi dengan kejadian </span><span class="fontstyle0">pruritus vulvae </span><span class="fontstyle2">pada santriwati di asrama Hurun’inn Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang. Desain<br>yang digunakan dalam penelitian ini adalah </span><span class="fontstyle0">Analitik Observasional </span><span class="fontstyle2">dengan pendekatan </span><span class="fontstyle0">Cross Sectional. </span><span class="fontstyle2">Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santriwati yang berpendidikan SLTP dan SLTA yang berada di Asrama Hurun’inn Pondok Pesantren Darul ‘Ulum<br>Jombang sebanyak 300 responden. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 responden, dengan menggunakan tehnik </span><span class="fontstyle0">Simple Random Sampling. </span><span class="fontstyle2">Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, data dianalisis menggunakan uji</span><span class="fontstyle0">Fisher’s Exact Test </span><span class="fontstyle2">dengan<br>tingkat kemaknaan α&lt;0,05. Hasil analisis uji </span><span class="fontstyle0">Fisher’s Exact Test </span><span class="fontstyle2">menunjukan ada hubungan perilaku </span><span class="fontstyle0">personal hygiene </span><span class="fontstyle2">saat menstruasi, dengan kejadian </span><span class="fontstyle0">pruritus vulva </span><span class="fontstyle2">dengan nilai signifikansi 0,000 (p&lt;α). Perilaku </span><span class="fontstyle0">personal hygiene </span><span class="fontstyle2">saat menstruasi yang buruk dapat berpengaruh terhadap kejadian </span><span class="fontstyle0">pruritus vulva</span><span class="fontstyle2">. Tenaga kesehatan hendaknya memberikan </span><span class="fontstyle0">health education </span><span class="fontstyle2">tentang pentingnya </span><span class="fontstyle0">personal hygiene </span><span class="fontstyle2">saat menstruasi sehingga pengetahuan santriwati meningkat, perilaku </span><span class="fontstyle0">personal hygiene</span><span class="fontstyle2">baik dan meminimalisir kajadian </span><span class="fontstyle0">pruritus vulva</span><span class="fontstyle2">.</span> </p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/74 PENGARUH TERAPI MUSIK KERONCONG TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI WERDA USIA ANUGRAH SURABAYA 2019-01-22T09:27:15+00:00 Pandeirot M Nancye pandeirot.nancye@yahoo.com Hendro Djoko Tjahjono hendrodjokotjahjono@yahoo.co.id <p><span class="fontstyle0">Terapi musik adalah keahlian menggunakan musik atau elemen musik oleh seorang terapis untuk<br>meningkatkan, mempertahankan, dan mengembalikan kesehataan mental, fisik, emosional dan spiritual salah satunya adalah dengan menggunakan terapi musik jenis keroncong yang bersifat nyaman, menenangkan, membuat rileks, berstruktur dan universal sehingga dapat membawa lansia semakin cepat untuk memulai tidur. Design dalam penelitian ini menggunakan pra eksperimen (</span><span class="fontstyle2">one group pre-post test design</span><span class="fontstyle0">) dengan sampel anggota dan pengurus Panti Werdha Usia Anugrah<br>sebanyak 20 responden. Pengambilan data dengan cara mengobservasi lama tidur responden sebelum<br>dilakukan terapi musik keroncong selama 1 minggu, kemudian mengobservasi lagi lama tidur responden dengan dilakukan terapi musik keroncong (10-30 menit sebelum tidur) selama 1 minggu. Dari hasil penelitian, sebelum dilakukan terapi musik keroncong didapatkan responden yang paling banyak yaitu insomnia berpotensi sebanyak 17 orang (85%) dan setelah dilakukan terapi paling banyak yaitu insomnia berpotensi sebanyak 12 orang (60%). Data yang terkumpul kemudian di analisa dan dilakukan perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai p =0,04 dimana H0 ditolak, berarti ada pengaruh terapi musik keroncong terhadap tingkat insomnia pada lansia. Hal ini disebabkan karena responden yang mengikuti penelitian dapat kooperatif dan meyakini terapi musik keroncong mampu menurunkan tingkat insomnia pada lansia sehingga mempengaruhi sikap dan praktik dalam terapi musik keroncong.</span> </p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/75 PEMBERIAN JUS TOMAT MEMENGARUHI PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI TAMBAK ASRI RT 17 RW 06 SURABAYA 2019-01-22T09:30:25+00:00 Eny Astuti enyastutiserang@gmail.com <p><span class="fontstyle0">Peningkatan tekanan darah terus menerus pada klien hipertensi akan mengakibatkan kerusakan pembuluh darah pada organ vital. Hipertensi mengakibatkan hyperplasia medial (menebal), sehingga perfusi jaringan menurun dan mengakibatkan kerusakan organ tubuh. Salah satu buah yang dapat menurunkan tekanan darah adalah buah tomat, diberikan dalam bentuk jus. Jus tomat memiliki kandungan kalium yang dapat meningkatkan ekskresi natrium dan air, sehingga terjadinya penurunan volume plasma, curah jantung, tekanan perifer dan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Tambak Asri RT 17, RW 06 Surabaya. Penelitian ini menggunakan </span><span class="fontstyle2">one group pre-post test design. </span><span class="fontstyle0">Populasi responden hipertensi dalam penelitian ini sebanyak 15 responden dan jumlah sampel 14 responden dengan menggunakan teknik probability sampling (random sampling). Pengumpulan data menggunakan tekanan darah menurut JNC 7, 2003 baik sebelum maupun setelah tindakan kemudian di uji </span><span class="fontstyle2">statistic </span><span class="fontstyle0">menggunakan uji </span><span class="fontstyle2">wilcoxon</span><span class="fontstyle0">. Dari hasil penelitian sebelum dilakukan pemberian jus tomat responden paling banyak mengalami hipertensi stage 2 yaitu sebanyak 8 orang (57%) dan setelah pemberian jus tomat didapatkan responden paling banyak mengalami hipertensi stage 1 yaitu 9 orang (64%). Setelah itu dilakukan uji wilcoxon dengan hasil 0,02 yang berarti ada pengaruh dari pemberian jus tomat terhadap hipertensi. Dari hasil yang didapatkan diharapkan pemberian jus tomat dapat dijadikan pengobatan alternatif untuk menurunkan tekanan darah.</span> </p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/76 PENGARUH PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL DAN GLUKOSA DARAH TERHADAP PULSE PRESSURE PENDERITA HIPERTENSI 2019-01-22T09:36:26+00:00 Moh Alimansur ali.mansur75@yahoo.co.id Hengky Irawan ali.mansur75@yahoo.co.id <p><span class="fontstyle0">Perubahan gaya hidup tidak sehat dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan kolesterol. Hiperglikemia dapat menimbulkan berbagai perubahan pada kardiovaskuler diataranya berupa kerentanan pembuluh darah, kerentanan darah dan kerentanan miokard yang nantinya dapat menyebabkan peningkatan resiko untuk komplikasi kardiovaskuler. Peningkatan kadar kolesterol maupun kadar gula dapat menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan kadar kolesterol dan gula darah terhadap </span><span class="fontstyle2">Pulse Pressure. </span><span class="fontstyle3">Metodologi: </span><span class="fontstyle0">Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan </span><span class="fontstyle2">Cross Sectional </span><span class="fontstyle0">pada populasi penderita hipertensi di Posyandu Lansia Dharma Husada MandiriBalowerti kecamatan Kota Kediri. Subjek diambil secara </span><span class="fontstyle2">Simple Random Sampling </span><span class="fontstyle0">sebanyak 44penderita.</span><span class="fontstyle3">.Hasil: </span><span class="fontstyle0">setelah dilakukan analisa data dengan Regresi Linear Berganda didapatkan nilai p-value 0,00 yang berarti ada pengaruh peningkatan kadar gula darah dan kolesterol terhadap </span><span class="fontstyle2">pulse pressure penderita hipertensi</span><span class="fontstyle0">. </span><span class="fontstyle3">Diskusi:</span><span class="fontstyle0">Peningkatan kadar gula darah dan kolesterol akan menyebabkan percepatan kerusakan dinding pembuluh darah sehingga akan meningkatkan tahan perifer dan tekanan sistolik penderita hipertensi. Hal ini menyebabkan peningkatan </span><span class="fontstyle2">Pulse Pressure </span><span class="fontstyle0">yang dapat menyebabkan terjadinya resiko gangguan pada jantung.</span> </p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/77 RENDAM AIR GARAM SEBAGAI MEDIA MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LESI SCABIES 2019-01-22T09:39:06+00:00 Khotimah Hasan Khotimahhasan@yahoo.com <p><span class="fontstyle0">Scabies merupakan penyakit kulit menular yang sering dijumpai di tempat yang padat penduduk dengan keadaan hygiene yang buruk. Scabies dapat menjangkiti semua orang dengan gejala klinis berupa gatal dan timbulnya gangguan pada integritas kulit. NaCl diketahui mampu melindungi granulasi jaringa dan menjaga kelembaban sekitar luka sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh rendam air garam dalam mempercepat penyembuhan lesi scabies. Desain penelitian menggunakan </span><span class="fontstyle2">Quasy Experiment </span><span class="fontstyle0">dengan rancangan </span><span class="fontstyle2">Pre Post Test Control Group Design. </span><span class="fontstyle0">Populasi penelitian adalah seluruh penderita </span><span class="fontstyle2">Scabies </span><span class="fontstyle0">di Asrama 3 Nusantara Putri Darul Ulum sebanyak 36 responden. Besar sampel sebanyak 32 responden, tehnik sampling menggunakan simple random sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi Bates-Jensen Wound Assessment Tool. Analisis data menggunakan<br></span><span class="fontstyle2">Wilcoxon </span><span class="fontstyle0">dan </span><span class="fontstyle2">Mann Withney </span><span class="fontstyle0">dengan tingkat kemaknaannya yaitu ɑ ≤ 0,05. Hasil analisis dengan uji<br></span><span class="fontstyle2">Wilcoxon </span><span class="fontstyle0">di peroleh P= 0,005, artinya ada perbedaan pemberian rendam air garam sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Sedangkan uji </span><span class="fontstyle2">Mann-Whitney </span><span class="fontstyle0">diperoleh hasil P= 0,000, artinya ada perbedaan pemberian rendam air garam pada kelompok control dan kelompok perlakuan. Natrium klorida (NaCl) dapat melindungi granulasi jaringan dan menjaga kelembaban sekitar luka. Kondisi lembab dapat merawat luka untuk mempercepat terbentuknya stratum corneum dan angiogenesis untuk proses penyembuhan luka.</span> </p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/78 PENGARUH DEMONSTRASI CUCI TANGAN TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN ANAK TK DI TK SISWA HARAPAN SURABAYA 2020-09-17T07:42:45+00:00 Ethyca Sari ethyca.sari@yahoo.com <p><span class="fontstyle0">Cuci tangan merupakan suatu tindakan yang membentuk perilaku mandiri anak untuk menjaga kesehatannya. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini usia </span><span class="fontstyle2">golden age </span><span class="fontstyle0">seperti itu sudah dapat diajarkan pendidikan kesehatan mengenai cuci tangan sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan menjaga diri sendiri dari lingkungan. Tujuan adalah Menganalisa pengaruh<br>demonstrasi cuci tangan terhadap perilaku cuci tangan anak TK Siswa Harapan Surabaya. Metode penelitian adalah</span><span class="fontstyle2">quasi eksperimentd </span><span class="fontstyle0">dengan desain yang digunakan adalah experimental </span><span class="fontstyle2">one-group pre-post design.</span><span class="fontstyle0">Sampel peneltian sebanyak 27 responden dengan menggunakan metode </span><span class="fontstyle2">total sampling</span><span class="fontstyle0">. Teknik pengumpulan data dengan lembar observasi kemudian diuji dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh demonstrasi cuci tangan terhadap perilaku cuci tangan anak taman kanak- kanak di TK Siswa Harapan Surabaya dengan nilai signifikan p= 0,00. Penelitian ini<br>merekomendasikan pentingnya pendidikan kesehatan pada anak usia dini mengenai cuci tangan sehingga dapat merubah perilaku cuci tangan serta dapat meningkatkan status kesehatan pada anak</span></p> 2017-10-02T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##