Jurnal Kebidanan https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb <h4>Jurnal Kebidanan Prodi D-III Kebidanan STIKes William Booth Surabaya</h4> STIKes William Booth Surabaya en-US Jurnal Kebidanan 2302-9471 HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN KEPATUHAN DALAM PENGISIAN BUNDLE IV LINE UNTUK MENCEGAH TERJADINYA PHLEBITIS DI SILOAM HOSPITALS SURABAYA https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/333 <p>Masih tingginya angka kejadian <em>phlebitis </em>di Rumah Sakit Siloam Surabaya salah satunya dapat diakibatkan oleh kurang patuhnya perawat dalam mengisi <em>bundle IV line</em>. <em>Bundle IV line </em>sangat penting. Pengetahuan perawat yang kurang juga akan ikut menjadi faktor pemicu kurang patuhnya perawat dalam mengisi <em>bundle IV line</em>. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan dalam pengisian <em>bundle IV line </em>untuk mencegah terjadinya <em>phlebitis</em> di Siloam Hospitals Surabaya. Dalam penelitian ini menggunakan desain <em>korelasional analitik</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana Di Siloam Hospitals Surabaya, dengan jumlah sampel yang memenuhi kreteria inklusi dan eksklusi sebanyak 25 orang. Tehnik sampling mempergunakan <em>total sampling</em>. Alat untuk proses pengumpulan data kuesioner dan lembar observasi, selanjutnya dianalisa dengan uji statistik <em>Rank Spearman</em> dengan <em>p value</em> &lt; 0.05. Hasilnya <strong>&nbsp;</strong>Diketahui hampir seluruh responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 orang (84%) yang terbagi menjadi kategori patuh sebanyak 17 orang (68%) dan kategori tidak patuh sebanyak 4 orang (16%). Dari hasil uji statistic dengan menggunakan <em>Rank Spearman </em>dipeloreh hasil <em>p value</em> 0.022, yang artinya H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan dalam pengisian <em>bundle IV line </em>untuk mencegah terjadinya <em>phlebitis</em> di Siloam Hospitals Surabaya tahun 2021. Kesimpulannya: Ada hubungan pengetahuan perawat dengan kepatuhan dalam pengisian <em>bundle IV line </em>untuk mencegah terjadinya <em>phlebitis</em>. Untuk itu perawat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan <em>phlebitis</em> dengan pelatihan yang diadakan Rumah Sakit sehingga berpengaruh pada pelaksanaan tugas di rumah sakit khususnya dalam pelaksanaan pengisian <em>bundle IV line</em>.</p> Ni Putu Widari Retty Nirmala Anggie Krestiani Prama Yunita ##submission.copyrightStatement## 2022-06-04 2022-06-04 11 1 1 10 10.47560/keb.v11i1.333 GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MASA KLIMAKTERIUM DI KELURAHAN GUNUNG ANYAR, SURABAYA https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/331 <p>Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses pembelajaran. Ada 6 tingkat pengetahuan yaitu&nbsp; mengetahui, memahami, penerapan, analisis,sintesis, evaluasi. Masa klimakterium merupakan menurunnya produksi hormon estrogen mengakibatkan&nbsp; terhentinya haid terjadi pada usia 45- 55 tahun. Sebagian masyarakat menganggap bahwa keluhan-keluhan yang terjadi saat menopause adalah sesuatu yang dianggap fisiologis sehingga tidak diperlukan penanganan. Sebagian masyarakat juga tidak tahu bahwa dirinya sedang barada dalam masa menopause, sehingga mereka sering ketakutan menghadapi keluhan yang muncul. Hal ini nampak pada pasien-pasien yang datang ketempat pelayanan kesehatan dengan berbagai keluhan menopause dengan tidak mengetahui kondisi yang sedang dialami. Penelitian ini bertujuan&nbsp; untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu – ibu premenopause usia 38 – 45 tahun tentang klimakterium di RT 10, RW 04 Kelurahan Gunung Anyar ,Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, dengan tehnik pengambilan sampel metode <em>random sampling </em>dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup yaitu sebanyak 27 orang (48,20 %),&nbsp; pengetahuan kurang 20 orang (35,7%),&nbsp; pengetahuan baik 9 orang (16,1%). Diharapkan kepada petugas kesehatan setempat sebaiknya mengadakan program penyuluhan mengenai&nbsp; menopause. sehingga dapat meningkatkan pengetahuan wanita tentang menopause sehingga ibu – ibu dapat melewati menopause dengan baik.</p> Herisa Dinarsi Shinta Wurdiana Rhomadona ##submission.copyrightStatement## 2022-06-04 2022-06-04 11 1 11 15 10.47560/keb.v11i1.331 STUDI TENTANG TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG DAMPAK SMARTPHONE BAGI ANAK PRA SEKOLAH DI KECAMATAN ASEMROWO SURABAYA https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/341 <p>Banyak orang yang menggunakan <em>smartphone</em>. Pengguna <em>smartphone</em> tidak hanya orang dewasa saja melainkan anak – anak juga menggunakan <em>smartphone</em>. Banyak ibu memiliki pemikiran bahwa <em>smartphone </em>dapat memberikan dampak positif bagi anak terhadap perkembangannya. Selain itu, mempermudah ibu untuk membujuk anak yang sedang rewel atau menangis padahal <em>smartphone</em> tidak hanya memiliki dampak positif namun dapat berdampak negatif bagi penggunanya. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitiaan ini digunakan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang dampak <em>smartphone</em> bagi anak pra sekolah di RT 10 dan RT 13 RW 02 Kecamatan Asemrowo, Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, populasi dari penelitian ini adalah ibu yang menggunakan smartphone dan memiliki anak usia prasekolah sebanyak 36 responden, sampel yang diambil sebanyak 34 responden yang menggunakan <em>purposive sampling. </em>Pengumpulan data dilakukan dengan media kuesioner, diolah secara manual dan dimasukan kedalam tabel prosentase, selanjutnya ditampilkan dalam bentuk diagram pie. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa 10 ibu berpengetahuan baik (29%), 16 ibu berpengetahuan cukup (47%) dan 8 ibu berpengetahuan kurang (24%) dan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dapat disimpulkan bahwa Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Dampak <em>Smartphone</em> Bagi Anak Pra Sekolah di RT 10 &amp; RT 13 RW 02, Kecamatan Asemrowo, Surabaya adalah berpengetahuan cukup. Dengan berpengetahuan cukup seharusnya ibu memberikan batasan waktu dan mendampingi anaknya saat menggunakan <em>smartphone</em>.</p> Dianita Primihastuti Lina Mahayati Endang Eka Chayani ##submission.copyrightStatement## 2022-06-14 2022-06-14 11 1 16 21 10.47560/keb.v11i1.341 ANALISIS PROSES INVOLUSI UTERUS PADA IBU POST PARTUM HARI KE TIGA DI PRAKTIK BIDAN MANDIRI LYSTIANI GRESIK https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Keb/article/view/342 <p>Involusi uterus adalah kembalinya uterus pada keadaan seperti sebelum hamil. normal turunya TFU kira-kira 1-2 cm tiap 24 jam, namun pada kenyataannya masih di temukan TFU pada ibu nifas pada hari ke 3 masih 1-2 jari di bawah pusat dan hal ini di sebut sub involusi. hal juga yang menyebabkan seorang bidan tidak menganjurkan ibu nifas untuk pulang karena menurut WHO, setiap menit seorang wanita meninggal karena komplikasi yang terkait dengan kehamilan dan persalinan. Salah satu komplikasi yang terjadi pada ibu nifas yaitu subinvolusi uterus atau uterus tidak dapat berkontraksi dengan baik yang kemudian bisa menimbulkan perdarahan, syok sampai pada kematian. Oleh karena itu peneliti ingin melihat gambaran proses involusi uterus ibu post partum hari ke 3. Desain penelitian yang di gunakan adalah deskriptif dengan tujuan menggambarkan proses involusi uterus&nbsp; pada ibu post partum hari ke tiga. Populasinya adalah seluruh ibu post partum sebanyak 20 dan sampel yang di ambil sebanyak 19 ibu dengan menggunakan <em>consecutive sampling</em>. Penelitian ini menggunakan variabel tunggal dengan alat ukurnya adalah lembar observasi saat masa nifas. data hasil penelitian ini di masukan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukan dari 19 responden yang mengalami involusi uterus normal sebanyak 8 ibu (42%). Hal ini menunjukan bahwa masih ada ibu yang mengalami involusi uterus yang lambat maupun yang cepat. Oleh karena itu, sebaiknya setiap tenaga kesehatan melaksanakan IMD dan mobilisasi dini bagi setiap ibu nifas untuk mencegah terjadinya komplikasi.</p> Eny Astuti Herisa Dinarsi ##submission.copyrightStatement## 2022-06-18 2022-06-18 11 1 22 26 10.47560/keb.v11i1.342