PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAGIR SURABAYA

Authors

  • Ni Putu Widari STIKes William Booth Surabaya
  • Martha Lawrani Siagian STIKes William Booth Surabaya
  • Ratna Agustin STIKes William Booth Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.47560/qe8kzc49

Keywords:

Tuberkulosis, Motivasi, Perilaku Hidup sehat dan Bersih

Abstract

Pendahuluan : Penyakit Tuberkulosis (TB) paru tetap menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan di tingkat global, TB paru dapat ditularkan secara mudah melalui udara, khususnya saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara. Bahaya TB semakin besar jika tidak didiagnosis atau diobati dengan benar, yang dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian. Salah satu masalah utama dalam penanganan TB adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran pasien mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk prognosis penyakit. Secara khusus, penelitian ini mengidentifikasi motivasi pasien TB paru, mengidentifikasi praktik hidup bersih dan sehat pada penderita tuberkulosis paru, dan menganalisis hubungan antara keduanya. Metode : penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan cross-sectional untuk mempelajari keterkaitan variabel-variabel yang diteliti tanpa campur tangan peneliti. Teknik total sampling diterapkan dengan melibatkan seluruh populasi sebagai sampel, sebab jumlahnya tidak melebihi 100 orang. Data dikumpulkan dengan memanfaatkan kuesioner. Hasil : Dari penelitian ini, mayoritas pasien TB paru di Puskesmas Jagir Surabaya memiliki motivasi tinggi (80%) . Mayoritas pasien (63,33%) memiliki tingkat perilaku hidup bersih dan sehat yang baik. Uji regresi linear sederhana mengindikasikan bahwa motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada penderita TB paru, dengan nilai signifikansi p 0,002 (p 0,05). Kesimpulan : penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi pasien TB paru di Puskesmas Jagir tergolong tinggi, dan PHBS pasien juga baik. Terdapat pengaruh signifikan antara motivasi dan PHBS, di mana motivasi yang kuat mendorong pasien untuk lebih patuh dalam pengobatan dan menerapkan PHBS.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwi, N. P., Fitri, A., & Ambarita, R. (2021). Hubungan motivasi dengan kepatuhan minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada pasien Tuberkulosis. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 5(1), 63-66.

Asfiya, N. A., Prabamurti, P. N., & Kusumawati, A. (2021). Faktor yang Berhubungan dengan Praktik PHBS Pencegahan TB Paru pada Santri di Kabupaten Tegal (Studi di Pondok Pesantren Attholibiyah Bumijawa). Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(6), 379-388.

Fitriani, N. E., Sinaga, T., & Syahran, A. (2020). Hubungan antara pengetahuan, motivasi pasien dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) pada penderita penyakit TB paru BTA (+) di Puskesmas Pasundan Kota Samarinda. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 124.

Kemenkes RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Kementerian.

Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

Kristini, T., & Hamidah, R. (2020). Potensi penularan tuberculosis paru pada anggota keluarga penderita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 24-28.

Marwanto, M. (2022). Asuhan Keperawatan Pada Ny. C Dengan Diagnosa Medistuberkulosis Paru, Pneumonia, Diabetus Mellitus Di Ruang Icu Central Rspal Dr. Ramelan Surabaya (Doctoral Dissertation, Stikes Hang Tuah Surabaya).

Novalisa, N., Susanti, R., & Nurmainah, N. (2022). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penggunaan Obat Tuberkulosis pada Pasien di Puskesmas. Journal Syifa Sciences and Clinical Research (JSSCR), 4(2).

Prasetya, N. I. (2020). Pengaruh faktor-faktor rumah sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Waru Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo. Swara Bhumi, 1(1).

Pulumulo, S., Febriyona, R., & Syamsuddin, F. (2023). Pengaruh Pengetahuan Terhadap Keberhasilan Pengobatan Pada Tuberkulosis Di Wilayah Puskesmas Telaga Biru. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 6596-6605.

Sari, M. L. N., Fikri, A., Murwanto, B., & Yushananta, P. (2022). Analisis Faktor

Lingkungan Fisik dan Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 16(3), 152-158.

Solihin, S., & Alifah, L. (2021). Faktor predisposisi, pencegahan dan perilaku sembuh pasien tuberkulosis paru. Jurnal Health Sains, 2(7), 956-965.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Wang, A., MacNeil, A., & Maloney, S. (2023). Comparison and lessons learned from neglected tropical diseases and tuberculosis. Advances in Surgical and Medical Specialties, 743-754.

Werdhani RA (2009). patofisiologi, diagnosis, dan klasifikasi tuberkulosis departemen ilmu kedokteran komunitas, okupasi, dan keluarga. Jakarta: UI. Press

Widyanto, F. C., & Triwibowo, C. (2013). Trend Disease. Jakarta: Trans Info. Media

Downloads

Published

2026-02-06

How to Cite

PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAGIR SURABAYA. (2026). Jurnal Keperawatan, 14(2), 11-20. https://doi.org/10.47560/qe8kzc49

Most read articles by the same author(s)