Jurnal Keperawatan https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep <h4>Jurnal Keperawatan Prodi D-III Keperawatan STIKes William Booth Surabaya</h4> en-US Fri, 29 Apr 2022 08:19:57 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 KOMUNIKASI INTERPERSONAL PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/321 <p>Jenis komunikasi yang paling sering digunakan dalam pelayanan keperawatan adalah komunikasi interpersonal.<strong>Tujuan : </strong>Penelitian untuk menganalisis hubungan komunikasi interpersonal perawat terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah sakit William Booth. <strong>Metode :</strong> Desain penelitian yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Instrumen penelitian untuk variabel independen adalah komunikasi interpersonal menggunakan kuisioner dan variabel dependen adalah tingkat kepuasan pasien meggunakan lembar observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap 25 orang dan perawat pelaksana di ruang rawat inap sebanyak 25 orang. Sampel sebanyak 25 orang&nbsp; diitentukan dengan tehnik <em>total sampling</em>. <strong>Hasil :</strong> Analisis data menggunakan uji<em> Wilcoxon Signed Rank Test</em> dengan hipotesa nilai ρ value &lt;0,05. Hasil penelitian diperoleh ρ=0.000 \ yang berarti komunikasi interpersonal perawat berhubungan terhadap kepuasan pasien. <strong>Kesimpulan:</strong> ada hubungan komunikasi interpersonal dengan tingkat kepuasan pasien yang dirawat inap, dimana perawat sudah memahami bahwa kensembuhan pasien bukan dari fisik semata tetapi secara menyeluruh yaitu bio psiko social dan spiritual.</p> Ethyca Sari, Lina Mahayati, Maharani Puspitasari ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/321 Sat, 04 Jun 2022 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI ORTHOPEDI SPINAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH SURABAYA https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/322 <p>Kecemasan merupanan respon yang diberikan oleh individu terhadap suatu ancaman. Keadaan seseorang yang masuk dalam kondisi menunggu jadwal operasi menunjukan suatu kejadian yang penuh dengan ketidakpastian, sehingga mampu menimbulkan rasa takut dan cemas. Caring menjadi fokus dalam praktek keperawatan dikarenakan caring merupakan pendekatan yang dinamis yang menuntun perawat dapat bekerja dengan mengutamakan kepedulian terhadap sesama, sehingga perawat tetap menjaga keharmonisan skill, knowledge, simpati, tanggung jawab dalam melakukan asuhan keperawatan. <strong>Tujuan :</strong> Mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi orthopedi dengan spinal anestesi di instalasi bedah rumah sakit william booth surabaya<strong>. </strong><strong>Metode :</strong> Desain penelitian ini menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pre operasi orthopedi spinal anestesi periode desember 2021 sampai dengan januari 2022 sebanyak 17 pasien. Sampel yang diperoleh sebanyak 17 pasien dengan tehnik sampling yang digunakan consecutive sampling. Analisis statistik menggunakan uji spearman rho. Hasil menunjukkan sebagian besar perawat memiliki perilaku caring yang baik yaitu sebanyak 11 orang (79%) dan mayoritas pasien pre operasi orthopedi spinal anestesi mengalami kecemasan sedang sebanyak 9 pasien (53%). <strong>Hasil Penelitian </strong><strong>:</strong> Menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi orthopedi spinal anestesi di Instalasi Bedah Rumah Sakit William Booth Surabaya dengan nilai p=0,002 (p=&lt;0,5). <strong>Kesimpulan :</strong> Ada hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi orthopedi spinal anestesi di instalasi bedah rumah sakit william booth surabaya sehingga dapat mengurangi kecemasan pasien dan meningkatkan kepuasan pasien pre operasi orthopedi dengan spinal anestesi ataupun semua pasien yang akan dilakukan tindakan operasi di instalasi bedah.</p> Hendro Djoko Tjahjono, Pandeirot M Nancye, David Ari Tri Wibowo ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/322 Sat, 04 Jun 2022 00:00:00 +0000 PEMBERIAN MUSIK INSTRUMENTAL ALAM MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR PADA ANAK DI YAYASAN RUMAH ANAK PONDOK HAYAT SURABAYA https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/323 <p>Kualitas tidur yang baik akan nampak ketika bangun dengan kondisi yang sehat, bugar dan tak tampak lelah. Jika gangguan kualitas tidur di usia produktif dibiarkan berlarut-larut, maka akan mempengaruhi penurunan kinerja dan prestasi. Musik Instrumental Alam adalah bunyi alam yang diciptakan dari berbagai jenis suara alam seperti&nbsp; gemercik air di aliran sungai, rintikan hujan, kicauan burung dan lain-lain.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian Musik Instrumental Alam terhadap kualitas tidur menggunakan desain quasi Pra-Post eksperimen. Sampel yang digunakan sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan <em>Total sampling</em>. Instrument penelitian adalah Tabel Observasi pre dan post Musik Instrumental Alam. Setelah ditabulasi, data yang ada dianalisis dengan menggunakan uji <em>Wilcoxon</em> dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukan sebelum diberikan Musik Instrumental Alam sebanyak 10 anak (47,4%) mengalami gangguan kualitas tidur kurang, 9 anak (42,9%) mengalami gangguan kualitas tidur sedang dan 2 anak (9,5%) kualitas tidur yang baik. Setelah dilakukan pemberian Musik Instrumental Alam sebanyak 21 anak (100%) mengalami perbaikan kualitas tidur kearah yang lebih baik. Hasil uji statistik dengan uji <em>wilcoxon</em> menunjukan nilai signifikan (p) sebesar 0,000 yang berarti ada pengaruh pemberian musik Instrumental alam terhadap kualitas tidur anak-anak di Yayasan Rumah Anak Pondok Hayat. Anak-anak di Rumah Anak Pondok Hayat mengalami peningkatan kualitas tidur, karena pemberian musik instrumental alam dapat membuat tenang dengan mendengarkan musik klasik disertai dengan suara alam yang menambah kesan damai nan asri. Sehingga terapi ini diharapkan dapat dilakukan pada pasien yang mengalami gangguan kualitas tidur.</p> Retty Nirmala Santiasari, Eny Astuti, Yovianus Helga Widiarto ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/323 Sat, 04 Jun 2022 06:26:56 +0000 PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI RW VI PERUMAHAN MEDOKAN ASRI BARAT SURABAYA https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/324 <p>Memasuki usia tua, lansia mengalami degenerative akibat proses penuaan yang berdampak pada perubahan system organ manusia. Perubahan system neorulogis sering terjadi pada lansia yang mengakibatkan lansia mengalami penurunan fungsi kognitif .Senam otak dapat membuat lansia mampu meningkatkan kemampuan kognitif lansia . Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam otak pada lansia di lingkungan RW VI Medokan Asri Barat Surabaya. Disain penelitian ini pra ekspiremen one group pre-post tets design yang bertujuan menganalisa lansia yang mengalami gangguan fungsi kognitif sebelum dan sesudah di lakukan senam otak. Populasi penelitian ini ialah 15 responden yang mengalami gangguan fungsi kognitif , dengan sampel 15 respoden (100%) denagn Teknik pengambilan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner mengenai fungsi kognitif lansia. Hasil penelitian menujukan setelah dilakukan senam otak semua lansia mengalami peningkatan fungsi kognitif sebanyak 15 orang (100%). Analisa menggunakan uji statistik Wilcoxon melalui komputerisasi dengan derajat kemaknaan p0,05, di dapatkan signifikan yaitu p0,03 berarti ada pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif lansia di lingkungan RW VI Medokan Asri Barat Surabaya. Hal ini di sebabkan karenakan gerakan-gerakan senam otak yang ringan dengan permainan melalui olah tangan dan kaki dapat memberikan rangsangan atau stimulus pada otak.Gerakan yang menghasilkan stimulus tersebut merupakan gerakan yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif (kewaspadaan, konsentrasi, kecepatan, persepsi, belajar, memori, pemecahan masalah dan kreativitas). senam otak bermanfaat untuk membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat sehingga kegiatan menggunakan seluruh otak, mengurangi stress emosional dan pikiran lebih jernih, menjadikan orang lebih bersemangat, lebih konsentrasi, lebih kreatif dan efisien, kemampuan berbahasa dan daya ingat meningkat.</p> Ni Putu Widari, Erika Untari Dewi, I Komang Astawa ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/324 Sat, 04 Jun 2022 06:52:14 +0000 PERSEPSI PASIEN PASKA SERANGAN STROKE TERHADAP KUALITAS HIDUPNYA DALAM PERSPEKSTIF ASUHAN KEPERAWATAN https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/339 <p>Stroke adalah sindrom klinik berupa gangguan neurologis fokal dengan awitan tiba- tiba akibat gangguan aliran darah otak. Gangguan dapat berupa gangguan fisik dan fungsional seperti kehilangan kemampuan bergerak dan berjalan, mengingat, berkomunikasi dan gangguan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan menggali pemahaman secara mendalam tentang persepsi pasien paska serangan stroke terhadap kualitas hidup dan bagaimana pasien maknanya. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>deskriptif fenomenologi </em>dengan metode wawancara mendalam. Partisipan adalah individu yang mengalami serangan stroke sebelumnya dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit, diambil dengan cara <em>purposive sampling. </em>Data yang dikumpulkan berupa rekaman hasil wawancara dilengkapi dengan catatan lapangan (<em>field note</em>) yang dianalisis dengan menerapkan teknik <em>Collaizi’s</em>. Hasil penelitian ini mengidentifikasi 4 tema utama yaitu (1) menjadi terbatas dalam melakukan aktifitas sehari-hari, (2) merasakan penderitaan dan perubahan makna hidup setelah serangan stroke, (3) berbagai respon psikologis terhadap kehilangan dan perubahan kontak sosial setelah menderita stroke, (4) setiap pasien stroke membutuhkan pelayanan kesehatan yang profesional. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien paska serangan stroke mengalami gangguan fisik dan fungsional tubuh yang bersifat jangka panjang dan menimbulkan gangguan respon psikologis yang mempengaruhi perubahan kualitas hidupnya. Penelitian ini memberikan gambaran pemahaman tentang kualitas hidup pasien paska stroke serta perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang tepat</p> Martha Lowrani Siagian, Yustina Erna Partiningsih ##submission.copyrightStatement## https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/339 Sat, 04 Jun 2022 07:21:40 +0000