PENGARUH EDUKASI KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK BALITA
DOI:
https://doi.org/10.47560/3ztqdr87Keywords:
edukasi keperawatan, pengetahuan orang tua, stunting, Anak BalitaAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak balita yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup di masa depan. Salah satu faktor yang berperan penting dalam pencegahan stunting adalah tingkat pengetahuan orang tua. Edukasi keperawatan menjadi upaya promotif dan preventif yang dapat meningkatkan pemahaman orang tua terkait pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi keperawatan terhadap tingkat pengetahuan orang tua dalam pencegahan stunting pada anak balita. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen rancangan one group pre-test and post-test. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Kelurahan Putat Jaya pada bulan Oktober 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang tua yang memiliki anak balita, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan orang tua. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi keperawatan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (60%). Setelah diberikan edukasi keperawatan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dengan sebagian besar responden berada pada kategori baik (66,7%). Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan edukasi keperawatan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan orang tua. Simpulan penelitian ini adalah edukasi keperawatan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan orang tua dan dapat dijadikan sebagai intervensi efektif dalam upaya pencegahan stunting pada anak balita.
Downloads
References
Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals. New York: David McKay Company.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach (4th ed.). New York: McGraw-Hill.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting. Jakarta: Kemenkes RI.
McGuire, W. J. (1989). Theoretical Foundations of Campaigns. Newbury Park: Sage Publications.
Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the Health Belief Model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335.
UNICEF. (2013). Improving Child Nutrition: The Achievable Imperative for Global Progress. New York: United Nations Children’s Fund.
World Health Organization. (2018). Reducing Stunting in Children: Equity Considerations for Achieving the Global Nutrition Targets 2025. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2020). Infant and Young Child Feeding. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2021). Guideline on Nutrition and Health Education. Geneva: WHO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Kebidanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The authors who publish this journal agree to the following requirements:
- The author retains the copyright and gives the journal rights regarding the first publication with the work being simultaneously licensed below Creative Commons Attribution ShareAlike License which allows others to share the work with an acknowledgment of the author's work and early publications in this journal.
- Authors can include separate additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version (for example, send it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this Journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., at an institutional repository or on their website) before and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as excerpts of previously published works.
