HUBUNGAN BERAT BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTURE PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI TPMB LISTIANI DWI RAHAYU DRIYOREJO GRESIK

Authors

  • Intiyaswati Intiyaswati STIKES William Booth
  • Dianita Primihastuti STIKes William Booth Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.47560/qp04b367

Keywords:

Berat Bayi Lahir, Rupture Perineum

Abstract

Pendahuluan : Rupture perineum adalah perlukaan perineum yang terjadi saat bayi lahir. Berdasarkan fokus asuhan persalinan normal saat ini yang menganut paradigma pencegahan, maka segala bentuk perlukaan jalan lahir sebaiknya dicegah. Data persalinan di TPMB Listiani Dwi Rahayu menunjukkan peningkatan kejadian rupture perineum yaitu 16,88%  tahun 2024 menjadi 41% tahun 2025. Salah satu faktor yang berpengaruh yaitu berat bayi yang dilahirkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan berat bayi lahir dengan kejadian rupture perineum  pada persalinan normal. Metode : menggunakan metode analitik dengan desain Cross sectional dan menggunakan data sekunder. Populasi penelitian adalah 77 ibu bersalin multigravida tahun 2025 yang pengambilan sampelnya dilakukan secara probability sampling dan tipe yang digunakan simple random sampling dan didapatkan 64 responden. Kemudian dibuat tabel frekuensi, tabulasi silang dan diuji menggunakan Pearson Chi-Square dengan nilai kemaknaan α = 0,05. H1  diterima apabila p < α. Hasil : didapatkan ibu multigravida yang melahirkan bayi dengan berat 2500-4000 gram dan > 4000 gram mayoritas mengalami rupture perineum 71,43%. Sebaliknya ibu multigravida yang melahirkan bayi dengan berat < 2500 gram mayoritas tidak mengalami rupture perineum 59,1%. Dari hasil analisis data menggunakan uji Pearson Chi Square didapatkan nilai p (0,017) < α (0,05) maka Ho ditolak. Diskusi : bahwa terdapat hubungan berat bayi lahir dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal. Dengan demikian diharapkan petugas kesehatan mampu mendeteksi dini faktor resiko yang menyebabkan rupture perineum dan senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki khususnya dalam hal mencegah rupture perineum dengan cara mengikuti pelatihan APN, seminar kesehatan, dan pelatihan kelas ibu hamil.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bobak, I.M et al., 2024. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC.

Dewi, A.B.F.K et al., 2023. Ilmu Gizi untuk Praktisi Kesehatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Hakimi, M. ed., 2020. Ilmu Kebidanan Patologi dan Fisiologi Persalinan. Yogyakarta : Yayasan Essentia Medica.

Karkata, M.K., 2021. Perdarahan Pasca Persalinan. In: A.B. Saifuddin, ed. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP.

Kosim, M.S et al., 2021. Buku Ajar Neonatologi. Jakarta : Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Manuaba, I.B.G., Manuaba, I.B.G.F. dan Manuaba, I.A.C., 2021. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.

Martohoesodo, S. dan Marsianto, 2020. Perlukaan dan Peristiwa Lain pada Persalinan. In: H. Wiknjosastro, ed. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP-SP.

Notoatmodjo, S., 2021. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Rochjati, P. 2021. Skrining Antenatal pada Ibu Hamil. Surabaya : Airlangga University Press.

Saifuddin, A.B. ed., 2020. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBP-SP.

Sofian, A. ed., 2022. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC.

Sulistyoningsih, H., 2021. Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Varney, H. et al., 2020. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC

Wiknjosastro, G.H. et al., 2021. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : Depkes RI.

Downloads

Published

2026-02-06

How to Cite

HUBUNGAN BERAT BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTURE PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI TPMB LISTIANI DWI RAHAYU DRIYOREJO GRESIK. (2026). Jurnal Kebidanan, 14(2), 1-6. https://doi.org/10.47560/qp04b367

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2