UPAYA PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL MELALUI TERAPI BERMAIN : PARALLEL PLAY MENGANYAM KERTAS

  • Siska Christianingsih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan William Booth
Keywords: anak retardasi mental, perkembangan motorik halus, terapi bermain, menganyam kertas

Abstract

Anak retardasi mental umumnya memiliki kemampuan motorik kasar dan halus yang lebih rendah dibandingkan anak normal, karena kelemahan pada sistem saraf sehingga sulit mencapai perkembangan secara normal. Hal tersebut dapat ditingkatkan dengan memberikan stimulasi yang baik dan berkesinambungan. Terapi bermain: Parallel Play menganyam kertas merupakan permainan aktif mandiri anak retardasi mental untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experimental. Populasinya adalah anak usia 11-12 tahun di SDLB AKW Kumara II. Sampel terdiri dari 12 responden dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi dan dianalisis dengan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney U Test dengan tingkat signifikan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terapi bermain: Parallel Play menganyam kertas dapat meningkatkan motorik halus anak retardasi mental. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok perlakuan didapatkan data nilai p = 0.026 dan kelompok kontrol p = 0.063. Uji statistik menggunakan Mann Whitney U Test menunjukkan motorik halus pada kelompok perlakuan lebih baik daripada kelompok kontrol (nilai p = 0,030). Kesimpulannya, terapi bermain: parallel play menganyam kertas dapat meningkatkan motorik halus anak retardasi mental ringan.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-11-23
How to Cite
Christianingsih, S. (2020). UPAYA PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL MELALUI TERAPI BERMAIN : PARALLEL PLAY MENGANYAM KERTAS. Jurnal Keperawatan, 9(2), 43-50. https://doi.org/10.47560/kep.v9i2.263