FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA EPISIOTOMI PADA IBU POST PARTUM DI PMB ISTIQOMAH SURABAYA

  • Intiyaswati Intiyaswati STIKES William Booth
Keywords: episiotomy, budaya, personal hygine, ekonomi, pendidikan dan pengetahuan

Abstract

Episiotomi merupakan suatu tindakan insisi pada perineum yang menyebabkan terpotongnya selaput lendir vagina, cincin selaput darah dan jaringan pada septum rektovaginal. Episiotomi menyebabkan luka pada daerah perineum dan luka dapat menyebabkan perdarahan sehingga perlu dilakukan heacting. Pada proses penyembuhan luka di pengaruhi oleh faktor – faktor yaitu budaya, personal hygine,pendidikan, ekonomi dan pengetahuan. Oleh karena itu dalam hal ini peneliti ingin melihat faktor – faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka . Desain yang digunakan yaitu  korelasi deskriptif, dengan tujuan untuk mengetahui adanya pengerahu penyembuhan luka dengan faktor budaya, personal hygine, pendidikan, ekonomi dan pengetahuan. Populasinya adalah seluruh ibu post partum yang mengalami luka episiotomi  Sampel yang diambil sebanyak 30 dan di masukan rumus besaran sampel didapatkan 28 orang dan menggunakan sampling consecutive sampling. Dengan menggunakan variable dependen dan independen. Data hasil penelitian ini akan dimasukan menggunakan tabulasi silang. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara responden terhadap faktor – faktor  penyembuhan luka episiotomi. Luka episiotomi ini di pengaruhi oleh faktor – faktor . Faktor yang mempengaruhi adalah faktor pengatahuan,ekonomi,pendidikan dan personal hygine. Dan yang tidak mempengaruhi adalah budaya. Faktor – faktor tersebut mempengaruhi tikah laku seseorang dalam mengambil keputusan mana yang benar dan salah dalam proses penyembuhan luka. Luka episiotomy di pengaruhi oleh faktor – faktor terhadap penyembuhan luka.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-05-18
How to Cite
Intiyaswati, I. (2020). FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA EPISIOTOMI PADA IBU POST PARTUM DI PMB ISTIQOMAH SURABAYA. Jurnal Kebidanan, 9(1), 17-25. https://doi.org/10.47560/keb.v9i1.237